|
Written by R. Arrya Antasena
|
|

Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya sudah pernah ditulis oleh saudara Joko Prabowo. Linux menggunakan filesystem, dimana semua direktorinya tersusun dalam hirarkis tunggal. Ini jauh berbeda dengan struktur windows, dimana semua susunan direktori ditentukan dengan kondisi partisi dan harddisk. Bentuk drive di windows merupakan representasi dari partisi dimana huruf C diberikan untuk partisi pertama di harddisk pertama sedangkan di linux tidak mengenal konsep drive. Berbagai macam partisi dapat di mount kedalam direktori yang berada di dalam struktur direktori linux. Untuk di windows jika kita menunjukan sebuah lokasi file, maka formatnya adalah :
D:\Folder\tempat\menyimpan\file.txt
Sedangkan jika di linux, maka formatnya :
/Folder/tempat/menyimpan/file.txt
|
|
Read more...
|
|
|
Written by R. Arrya Antasena
|
|
Kali ini kita akan belajar bagaimana membuat sebuah streaming mp3 server. Sebenarnya tulisan ini tidak jauh berbeda dengan tulisan bagaimana membangun sebuah Radio Online yang sudah banyak referensinya di Google. Perbedaanya, jika Radio Online menggunakan metode broadcast artinya input audio dari winamp / media player akan di broadcastkan ke server shoutcast. Yang artinya kita perlu menyiapkan sebuah server shoutcast yang tentunya harganya relatif mahal.
Sebagai pengganti server shoutcast kita akan menggunakan komputer desktop yang bertugas sebagai server shoutcast dan sebagai broadcastnya juga. Tulisan ini sangat cocok digunakan di warnet ataupun perkantoran yang ingin memiliki streaming mp3 yang bisa dinikmati disemua komputer yang terhubung dengan jaringan si server shoutcast tersebut.
Ok, sekarang kita mulai step by stepnya
|
|
Read more...
|
|
Written by aRRya
|
|
Dalam konsep komunikasi data suatu jaringan komputer, ada mekanisme pengiriman data dari komputer sumber ke komputer tujuan dimana proses pengiriman paket data tersebut sampai dengan benar ke komputer yang dituju. Tentunya dalam proses pengiriman yang terjadi tidak semudah yang dipikirkan. Alasan pertama, komputer tujuan berada jauh dari komputer sumber sehingga paket data yang dikirimkan bisa saja hilang atau rusak di tengah jalan. Alasan lainnya, mungkin komputer tujuan sedang menunggu/mengirimkan paket data dari/ke komputer yang lain. Tentunya paket data yang akan dikirimkan diharapkan sampai dengan tepat tanpa terjadi kerusakan. Untuk mengatur mekanisme komunikasi data tersebut dibutuhkan pengaturan proses pengiriman data yang dikenal sebagai protocol. Protokol di sini adalah sebuah perangkat lunak yang melekat pada setiap sistem operasi tertentu. |
|
Read more...
|
|
|
|
|
|