Home Kabar Komunitas Hasil Indonesia Linux Conference 2009
Hasil Indonesia Linux Conference 2009
Written by mandor   

Makasar, akhirnya pelaksanaan rangkaian acara yang terkemas dalam tajuk Indonesia Linux Conference (ILC 2009) telah berlangsung dengan sukses. Makasar menjadi tuan rumah bagi acara tahunan komunitas linux ILC 2009 tersebut berlangsung dari tanggal 7 hingga  tanggal 10 Oktober 2009. Berbagai event telah dilaksanakan diantaranya : Seminar Linux Bisa Tonji, Creative with Linux, Lomba Blog tentang Linux dan puncak dari ILC 2009 itu sendiri yaitu pada hari Sabtu, 10 Oktober yaitu berkumpulnya Komunitas Linux dari seluruh penjuru Indonesia guna membahas perkembangan dan tantangan pemasyarakatan Linux dan Open Source di Indonesia. Pada acara konferensi ini hadir perwakilan KPI dari seluruh Indonesia, perwakilan Distro Linux di Indonesia serta komunitas-komunitas lainnya. Pada Konferensi tersebut tampil sebagai pembicara yaitu : Rusmanto (YPLI), Made Wiryana serta Sumitro Rustam dan dihadiri para pejabat baik dari Ristek dan Kominfo.



Berikut kutipan hasil dari ILC 2009 yang diambil dari website resminya :

  1. Memilih KPLI NTB sebagai penyelenggara ILC2011, dengan blek sebagai person in charge.
  2. Mengusulkan pada panitia ILC2010 Bogor untuk memperluas materi ILC agar mencakup aplikasi dan OS FOSS lainnya, seperti openoffice, blender, openbsd, dll
  3. Menunjuk KPLI Makassar a.k.a. LUGU untuk membuat hardware compatibility list, dengan Irvin sebagai person in charge.
  4. Membantu perkembangan nusantara-linux, baik dengan cara aktif di mailing list, maupun dalam pengembangannya.
  5. Jika ada kegiatan sosialisasi/training/seminar atau sejenisnya yg dilakukan oleh komunitas dan membutuhkan konten (mungkin CD, modul,dll), maka bisa dikomunikasikan ke Ristek, siapa tau Ristek bisa ikut menyumbangkan konten.
  6. Perlunya gerakan utk mempublikasikan kepada publik, hasil2x yg telah dicapai oleh kegiatan2x spt ILC, maupun hasil dari berbagai kegiatan/karya oleh komunitas, dengan tujuan agar publik mengetahui dan dapat memanfaatkan hasil tsb. Salah satu contoh adalah spt poin #3 (yaitu membuat linux-compatible hardware list agar tersedia utk umum).
  7. Usulan (dari pak Made Wiryana) agar POSS maupun komunitas, juga melakukan kegiatan2x yg sifatnya membuat(create/develop) suatu karya. Jadi tidak selalu hanya kegiatan2x berupa seminar dan sosialisasi. Ibaratnya, setelah kita sudah bisa menggunakan (use), maka sepatutnya kita juga bisa/mampu berkarya.
  8. Untuk migrasi di instansi pemerintah, jika ditemui masalah dalam hal persetujuan atau kurangnya respon positif dari instansi tsb, maka bisa meminta bantuan Depkominfo utk melakukan pendekatan secara G2G (gov to gov).
  9. Diingatkan kpd Depkominfo-Ristek: Jangan sampai program IGOS 2011 hanya sebatas slogan, karena tidak punya arahan yg jelas utk mencapai tujuan.  Dari peserta dan perwakilan KPLI yg hadir pd ILC 2009, dapat disimpulkan bahwa KPLI2x siap membantu Depkominfo dlm mewujudkan tujuan IGOS 2011.
  10. Usulan (dari dr.Mahmud) : Dalam pemigrasian di tiap2x instansi/ departemen agar bisa disertai paket2x aplikasi yg dinilai relevan dgn pekerjaan di instansi/departemen tsb. Hal ini agar menjadi nilai tambah dan menjadi daya tarik agar user mau bermigrasi. Tanpa unsur nilai tambah, maka kemauan/minat user utk bermigrasi tentu sarat dgn penolakan (resistance). Usulan ini direspon positif, dan semoga beberapa aplikasi (spt e-gov) yg telah dikembangkan oleh depkominfo/ ristek dapat disertakan dlm distro atau repo (atau entah apa istilahnya).
  11. Direkomendasikan (usulan pak Made Wiryana), agar Depkominfo ataupun Ristek (Pemerintah) menyusun Standar Requirement Aplikasi yang baik, agar siapapun yang ditunjuk untuk membuatnya punya arah yang jelas.


kwali mengucapkan selamat dan sukses untuk panitia ILC 2009 Makasar