Home Opini Cerita Pengguna
Cerita Pengguna Linux


Beda Linux dan Windows
Written by Rusmanto   

 

Apa Beda Linux & Windows?

Sebelum memahami perbedaan, berikut ini persamaan Linux dan Windows :
Linux dan Windows sama-sama nama untuk sistem operasi "komputer" dan sama-sama punya beberapa jenis atau pilihan, misal Linux Nusantara, BlankOn, Ubuntu, Mandriva, Fedora, openSUSE, Slackware, Debian, Gentoo, Redhat, Mint, dll. Sedangkan di Windows ada Windows 98, Me, XP, Vista, 7, Server 2008, Mobile, dll. "Komputer" itu bisa berupa pc, notebook, smartphone, dll.

Persamaan adanya pilihan/jenis di atas sebenarynya tidak persis sama, karena jenis Windows itu hanya tersedia buatan MS (Microsoft), sedangkan jenis Linux itu bisa buatan beberapa pihak yg berbeda. Tidak ada Windows buatan Indonesia, sedangkan Linux ada yang dibuat Indonesia, misalnya Nusantara dibuat (tepatnya didanai) pemerintah, BlankOn dibuat yayasan dan sebagian komunitas Linux di Indonesia, Ubuntu dibuat perusahaan bernama Canonical yang berpusat di Eropa, Mandriva dibuat perusahaan Mandriva yg berpusat di Perancis, Fedora dibuat komunitas yg didanai RedHat di Amerika, openSUSE dibuat perusahaan Novel di Jerman, dsb.

Read more...
 
Pejuang Tanpa Tanda Jasa
Written by Romi Muharyono   
Thursday, 10 September 2009 23:09

Kita butuh pejuang...

Tulisan berikut sedikit bercerita tentang adanya di sisi-sisi kehidupan kita suatu pergerakan yang terjadi diseluruh pelosok negeri ini. Dimana pergerakannya bersifat menyeluruh, sporadis dan merata di seluruh tanah air. Pergerakan pejuang open source, dalam memasyarakatkan penggunaan operating system dan software open source.

Kalau dahulu gelar tersebut di sematkan kepada para pahlawan yang telah membela tanah air merebut kemerdekaan dari tangan penjajah tentunya menjadi keharusan. Karena mereka benar-benar secara spontan dan tergerak secara manusiawi untuk berontak dan mempertahankan diri dari belenggu yang mengikat dan menindasnya selama berabad-abad lamanya. Setelah kemerdekaan itu berhasil di rebut, kemudian pertanyaannya mau diapakan mereka, wong jumlahnya saja dari sabang sampai marauke alias dari seluruh penjuru tanah air. Memberikan penghargaan secara fisik kepada individu dari berjuta pejuang di tanah air tentunya menjadi hal yang sangat tidak mungkin karena membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Pahlawan tanpa tanda jasa... dari rakyat jelata hingga jendral pantas menerimanya, karena memang seluruh komponen masyarakat turut aktif berjuang untuk memperoleh kemerdekaan, dan semuanya kini menikmati.

Read more...
 
Opini Diana
Written by mandor   
dianahmm.. Aku ini cuma pengguna (user) internet biasa, ngga ngerti banyak seluk-beluknya.. make pertama kali internetan jaman SMP waktu itu diajakin saudara-saudara di Jakarta join Friendster-an.. truz coba-coba ke warnet, waktu itu masih pake program yg "lama".. lagi asyik-asyiknya internetan dengar kabar ada swipping ke warnet-warnet dan banyak warnet pada ganti menggunakan linux.. BINGUNG! satu kata waktu pertama kali pake linux, tapi lama kelamaan makin asyik, justru sekarang bingung pake program yg "lama".. huahahaha
 
Opini Bimo
Written by mandor   
bimoLinux?? susah?? alasan banyak teman yang aku dengar. Saya menggunakan sistem operasi yang satu ini bukannya saya mau gaya atau lain dari pada teman banyak gunakan di kalangan umurku, tapi saya lihat dari source kode systemnya yang free dan utama adalah halal. Free arti ini adalah bebas kita miliki tanpa takut razia dan bebas kita download, lain judulnya jika beli dari seseorang atau perusahan “toko” penyedia (emangnya cd/dvd gratis...?). Update sytem pun bisa saya dapat dari repository-nya. Ada satu lagi yang bikin tertarik adalah kebutuhan hardware yang minimal, efek desktop, serta bisa membantu saya tidak mudah lupa karena linux bikin kita berfikir kritis dalam menjalankan sesuatu program baru atau tambahan. Bagi diri pribadi saya system dengan label opensource sangat menarik dan bebas dari penyakit luar yang sering di eluh-eluhkan banyak orang dalam hal ini adalah “virus”, baik “virus” lokal maupun luar.
 
Opini Ozzy
Written by mandor   
ozzyHeran juga dengan masih sungkan-nya instansi milik pemerintah untuk mengganti sistem operasi-nya menjadi open source. Tidak terlalu rumit juga, atau mungkin malas aja dgn sesuatu yang baru (lazy oriented..?).
Apakah kalo memang sudah terlanjur menggunakan program tertentu lantas tidak bisa pindah sistem operasi? Saya yakin 80% penggunaan komputer di instansi pemerintah itu bisa menggunakan opensource. Sebagian kecil saja yang memang sudah terlanjur menggunakan software yang hanya bisa berjalan di Win****
Tidak usah deh terjebak dalam perdebatan panjang pendukung Win*** vs Open Source di Indonesia. Karena jika kita mau melihat kondisi negara ini yang mempunyai anggaran terbatas, konteksnya adalah penghematan!. Daripada memotong anggaran research dan pengentasan kemiskinan, lebih baik memotong anggaran sistem operasi.
Bravo Linux ....
 
« StartPrev12NextEnd »

Page 1 of 2
Custom Search

Facebook Share

Share on facebook